Translate

Selasa, 29 April 2014

2014 umur kalian 3, 7 dan 8




Kakang Fatih 29 Maret /Aa Sulthan 11 April dan Fathia 20 Maret ditahun ini 2014 kalian berumur 8 tahun, 7 tahun dan 3 tahun.
Kakang ditahun ini kamu semakin dewasa, sholatmu semakin terjaga, dan tidak perlu ayah suruh, suatu kebanggaan ayah bunda melihatnya pertahankan dan terus jaga serta maksimalkan ilmu dan wawasan syariat ibadahmu, semoga hidupmu kelak menjadi hamba yang mewarisi bumi ini anankku,  sebagaimana Qs  7:128 dan 21:105 yaitu :
 قال موسى لقومه استعينوا بالله واصبروا إن الأرض لله يورثها من يشاء من عباده والعاقبة للمتقين
Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".(7:128)

ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh.(21:105)
Aa Sulthan diumurmu yang 7 tahun ini, kamu semakin mandiri, kenapa ayah katakan demikian karena segala sesuatunya, kamu itu tidak mau dibantu oleh ayah bunda, contoh paling jelas saat ini adalah kalau mau makan kamu masak sendiri, mau kue, kamu buat kue sendiri, buat agar /jeli buat agar/jeli sendiri , minuman sendiri, masak telur sendiri dan lain sebagainya dan itu semua kamu lakukan cukup dengan melihat bundamu sekali, semoga kemandiriannmu menjadikan kamu menjadi hamba yang senantiasa menolong dan tidak menjadi beban, menolong apa ? tentunya menolong Alloh dan Rosul-Nya,. pesan ayah mulailah semakin disiplin sholat, kamu harus selalu diingatkan untuk hal itu, ayah yakin kamu dikemudian hari menjadi sebagaimana doa ayah bundamu doa dan harapan ayah ada tersanding dinamamu. pesan ayah coba baca peri kehidupan sahabat mulia Nabiyulloh Muhammad saw dari kaum Anshor (penolong) yaitu Saad bin Mu'ad, bisa kamu baca pada buku "60 kareakteristik sahabat Rosululloh saw" yang buku ini akan ayah wariskan.
Fathia, umurmu baru 3 tahun ditahun ini, kecerdasanmu semakin terlihat, jadilah anak yang sholehah anankku, semoga hidupmu mulia ditengah orang orang mulia, amin
Sumedang,29 April 2014
Ayah bundamu

Senin, 28 April 2014

Fanatisme Madzhab



MADZHAB

Anakku kakang fatih, aa Sulthan dan fathia. Saat ini begitu banyak orang Muslim yang berselisih satu sama lain hanya gara gara beda madzhab, sering diantara mereka berkata “ yang kamu lakukan beda dengan madzhab kami” atau bahkan semakin jauh menyimpang dengan berpendapat imam madzhab adalah imam dalam kontek kepemimpinan /ulil amri mereka,  sehingga semakin runcing perbedaan dan perselisihan itu, dibawah ini ayah jelaskan sedikit tentang apa itu madzhab agar kalian tidak terjebak dengan dengan kesalahkaprahan  golongan golongan para pengikut madzhab :

A.      Arti bahasa
Fiil “dzahaba – jadzahabu – dzahaban – dzuhuban – madzhaban
Yang artinya telah berjalan, ia telah berlalu, ia telah pergi, ia telah mati, umumnya dalam bahasa arab diartikan jalan atau tempat yang dilalui.
Arti lain :
Mazhab = tempat buang air ( dalam basa sunda sering disebut jamban /zhamban)

Arti menurut istilah :
1.       Mengikut sesuatu yang dipercayai
2.     Tempat berjalan yang diikuti/yang dituju, dasar pendirian yang diturut (mis : apabila telah shahih hadis pada sisi kamu, maka kamu katakanlah kepadaku, agar aku dapat menuju mengikut kepadanya)

B.      Adakah madzhab dalam islam
Kalau kita kembali pada qur’an dan sunah tidaklah akan didapati perkataan “ madzhab dengan demikian maka dengan sendirinya kita masing-masing mengerti bahwa dimasa nabi saw,perkataan “madzhab” itu belum/tidak pernah didengar oleh para sahabat nabi, yang selanjutnya sepeninggal nabi (dizaman para sahabat) tidak pernah dikenal mereka, bahwa mereka dalam beragama dengan mengikut madzhab. Janganlah sampai mengikut akan apa yang dikatakan madzhab, sedangkan mengenal saja akan perkataan itu, tidak.

“ sabda nabi saw dikala hayatnya berpesan :

“ikutilah olehmu di masa kemudian aku pada dua orang yaitu Abu Bakar dan Umar”(HR Ahmad   

  dan At Turmudzi).


“hendaklah kamu mengikut dengan sunahku dan sunah Khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk di masa kemudian aku”(HR  Ahmad, abu daud At turmudhi dan ibnu majah)


Dari kedua hadis tersebut saja sudah cukup kalian fahami bahwa sumber rujukan dalam ibadah itu adalah quran dan Sunah rosululloh saw, bukan kepada salah satu madzhab /fanatic madzhab
Kalau kita kembali kepada buku-buku riwayat para imam madzhab terutama yang empat, kita akan tahu bahwa kelahiran dan kewafatan belau-beliau tidak disatu tempat dan tidak bersamaan :
1.       Imam Abu Hanifah (Hanafi) lahir di Kufah tahun 80 dan wafat di Bagdhad tahun 150 H
2.     Imam Malik bin Anas (Maliki) lahir di Madinah tahun 93 dan wafat di Madinah pada tahun 179 H.
3.   Imam Muhammad Bin Idris Asya-Syafi’I (syafi’) lahir di Makkah tahun 150 wafata di Mesir tahun 204 H.
4.       Iman Ahmad Bin Hanbal )lahir di bagdhad tahun  164 wafat di bagdhad tahun 241 H
5.       Imam Al laits bin saad lahir di mesir tahun 94 H wafat 175 H
6.       Imam Abdurahman al auzai lahir syam tahun 88 wafat 157
7.       Imam dawud bin alia dl dahiri kufah 202 wafat 270 H
8.       Imam ibnu Jarir Ath thabari lahir Thabaristan 224 -310 H

Menurut catatan sejarah, imam-imam mutjtahid yang kemudian dari mereka (setelah merekalah) terkenal sebagai Pembina mazhab-mazhab itu.
Tidak dari seorangpun dari mereka (imam mutjahid) yang menyatakan dan memproklamirkan diri bahwa ijtihadnya yang benar, dan tidak pernah ada yang menfatwakan bahwa fahamnya dalam suatu masalah itulah yang harus diturut, ditaqlidi oleh kaum muslimin. Bahkan masing-masing dari mereka dinyatakan dengan tegas dan jujur, bahwa tentang masalah ini bagi pendapat saya begini dan alasannya demikian, maka jika pendapat saya yang begini benar ikutilah dan jika tidak benar tinggalkanlah.
Dalam pada itu mereka saling hormat-menghormati terhadap fahamnya dan buah ijtihad masing-masing, sekalipun diantara mereka saling berjauhan tempatnya dan ada yang terdahulu wafatnya/tidak ketemu.

Maka dari itu timbulnya mazhab-mazhab dimasyarakat, bukanlah keinginan mereka para mujtahid/perintah beliau-beliau yang mulia itu, karena mereka dalam menghukumi sesuatu dengan berijtihad dan istimbath yang berpedoman pada qur’an dan Sunnah rosul. Adapun yang menfatwakan  supaya ummat islam mengikuti mazhab-mazhab itu adalah para ulama pengikut imam-imam mazdhab yang hidup antara IV H, yaitu abad sesudah wafatnya para imam besar tadi.
Demikianlah riwayat –riwayat yang mengadakan atau menimbulkan madzab-madzab dalam masyarakat islam, yang pada hakikatnya mereka fanatic (muta’assahid) kepada madzhab-madhzab itu tidak mengikuti pimpinan imam-imam madzhab mereka sendiri, apalagi mengingat pada akhir jaman ini mereka yang mengaku bermazhab kepada salah seorang imam Mujtahid, tidak lagi pernah membuka dan mempelajari kitab-kitab dari imam-imam itu sendiri.

Pesan ayah untuk bisa memahami para imam besar mutjahid tersebut pelajarilah kitab kitabnya dengan baik, baca pula buka “kembali kepada Quran dan Sunnah” karya ulama besar KH Munawar Kholil

Selasa, 08 April 2014

Mukjizat Nabi Muhammad (معجزات محمد)

Mukjizat Nabi Muhammad (معجزات محمد
MUKJIZAT adalah kemampuan luar biasa yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terjadi hanya karena izin Allah, di antara mukjizat Nabi Muhammad adalah Isra dan Mi'raj dalam tidak sampai satu hari. Selain itu, Nabi Muhammad juga pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah, wahyu Al-Qur'an, dan lain-lain.
Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa Rasulullah Bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.”[2]
Menurut syariat Islam, tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Muhammad secara persis sama atau bahkan lebih hebat.[3] Seperti Sulayman yang sanggup berbicara kepada hewan, Isa yang dapat mengetahui rahasia hati umatnya dan seterusnya.
 mengetahui rahasia hati umatnya dan seterusnya.

Irhasat (Pertanda)

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Nabi Muhammad SAW sudah diliputi banyak irhasat (pertanda).[4] Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya,[5] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan "pemimpin umat". Mimpi itu juga yang menyuruhnya mengucapkan, "Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki." Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa.[6]
Berikut ini adalah irhasat yang terjadi pada saat sebelum, sesudah kelahiran dan masa kecil Muhammad:

Sebelum dan sesudah kelahiran

  • Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya,
  • Raja Khosrow (Kekaisaran Sassania dari Persia) dan para pendita Majusi bermimpi yang menakutkan.[7]
  • Dinding istana Raja Khosrow tiba-tiba retak dan empat belas menaranya Dewan Kekaisaran ini runtuh,[8]
  • Padamnya api yang disembah penganut Agama Majusi secara tiba-tiba,[8]
  • Terjadinya gempa yang merobohkan tempat ibadah di sekitar Kerajaan Rum,
  • Danau dan sawah mengering.[8]
  • Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
  • Keluarnya cahaya dari faraj Aminah yang menerangi istana negeri Syam.[9]
  • Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.[10]
  • Lahir dengan tali pusar sudah terputus.[11]

Balita dan kanak-kanak

  • Halimah binti Abi-Dhua'ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.[12] Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa'd, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa'd di gurun Arab selama empat tahun.[13]
  • Ternak kambing Halimah menjadi gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah,[14]
  • Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
  • Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka'bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka'bah berbicara, "Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini."[15]
  • Ketika Muhammad berusia empat tahun,[16] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa'd dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.[17] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detai bahwa kedua orang itu, "membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju."[18] Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsra'kan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.[19]
  • Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.[20]

Remaja

  • Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah "stempel kenabian" (tanda kenabian) di kulit punggungnya.[21]
  • Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.[22][23]

Mukjizat

Berikut adalah mukjizat-mikjizat yang diperolehnya ketika Muhammad telah menerima wahyu ketika ia berusia 40 tahun. Abu Sa'ad an-Nisaburi menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Kitabu Syarafil Musthafa, bahwa kekhususan Muhammad berjumlah enam puluh. Sebagian ulama menyebutkan bahwa Nabi saw. telah dianugerahi tiga ribu mukjizat dan kekhususan. Sedangkan di dalam Al-Quran itu sendiri terdapat sekitar enam puluh ribu mukjizat.[24].

Fisik

  • Dapat melihat dengan jelas dalam keadaan gelap.[25]
  • Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.[26]
  • Dua Sahabat Muhammad dibimbing oleh dua cahaya, setelah bertemunya.[27]
  • Peluh yang keluar dari tubuh Muhammad memiliki bau harum,[28] jika Muhammad berjabat tangan dengan seseorang maka aroma harum itu akan membekas selama beberapa hari ditangan orang tersebut.[29]
  • Muhammad yang sanggup menghancurkan batu besar dengan tiga kali pukulan, dikala menjelang Perang Khandaq, padahal pada saat itu Muhammad belum makan selama 3 hari.[30]

Do'a

  • Mendo'akan kedua mantan menantunya (Uthbah dan Uthaibah) dimakan binatang buas, setelah mereka berkata kasar kepada Muhammad.[36]
  • Mendoakan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
  • Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian doa tersebut dikabulkan.[38]
  • Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.[38]

Kharisma dan kewibawaan

  • Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.[40]
  • Allah melumpuhkan Hay bin Akhtab dan para sahabatnya, ketika hendak melemparkan batu yang besar kepada Muhammad.[41]
  • Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya oleh Muhammad menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang, menidurkan dan mengalahkan musuh

  • Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka'bah dengan Abu Bakar.[43]
  • Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang salat.[44]
  • Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir, kemudian ia berhasil melalui orang-orang yang menunggunya di pintu rumahnya untuk membunuhnya.

Fenomena Alam

  • Menghentikan gempa yang terjadi di Mekkah[47] dan Madinah,[48] dengan cara menghentakkan kakinya dan memerintahkan bukit supaya tenang.
  • Bumi menelan seorang Quraisy yang hendak membunuh Muhammad dan Abu Bakar pada saat hijrah.

Makanan dan minuman

  • Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.[55]
  • Roti sedikit cukup untuk orang banyak.[57]
  • Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.[58]
  • Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.[59]
  • Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.[60]
  • Ikan al-anbar menjadi hidangan bagi 300 pasukan Muhammad.[61]
  • Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad.[62]
  • Wadah yang selalu penuh dengan air, walau sudah dituangkan hingga habis.[63]
  • Mengeluarkan air dari sumur yang ada di tengah gurun pasir, ketika Khalid bin walid pada saat itu masih menjadi musuhnya.[64]
  • Mengeluarkan mata air baru untuk pamannya Abu Thalib yang sedang kehausan.[65]
  • Mengeluarkan air yang banyak dari bejana milik seorang wanita penunggang unta.[66]
  • Semangkuk susu yang bisa dibagi-bagikan kepada beberapa orang-orang Shuffah, Abu Hurayrah dan Muhammad.[67]
  • Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit orang Urainah.[68]

Bayi, hewan, tumbuhan dan benda mati

  • Seorang bayi berumur satu hari bersaksi atas kerasulan Muhammad.[69]
  • Bayi berumur 2 tahun memberi salam kepada Muhammad.[70]
  • Unta besar yang melindungi Muhammad dari kejahatan Abu Jahal.[78]
  • Seekor burung mengadu kepada Muhammad tentang kehilangan anaknya.[79]
  • Seekor anjing yang membunuh salah satu petinggi kerajaan Mongol karena telah mencela Muhammad.[80]
  • Sebuah tandan kurma yang bercahaya diberikan kepada Qatadah bin Nu'man sebagai obor penerang jalannya pulang.[85]
  • Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang dusun (Arab Badui).[86][87]
  • Memerintahkan pohon untuk menjadi penghalang ketika Muhammad hendak buang hajat pada suatu perjalanan.[88]
  • Batang kayu yang kering menjadi hijau kembali ditangannya.
  • Permadani yang besaksi atas kerasulan Muhammad atas permintaan Malik bin as-Sayf.[89]
  • Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.[90]
  • Batu kerikil bertasbih ditelapak tangan Muhammad.[94]
  • Memberinya sebatang kayu yang berubah menjadi pedang kepada Ukasyah bin Mihsan, ketika pedangnya telah patah dalam sebuah pertempuran.
  • Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
  • Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.[97]
  • Secara tiba-tiba ada sarang laba-laba, dua ekor burung yang sedang mengeramkan telur dan cabang-cabang pohon yang terkulai menutupi mulut gua di Gunung Thur, sewaktu Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang Quraisy.[98]

Menyembuhkan

  • Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa merasakan sakit sedikit pun.
  • Menyembuhkan mata Qatadah tergantung di pipinya yang terluka pada Perang Uhud, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.[99][100]
  • Menyembuhkan sakit kepala Ali bin Abi Thalib.[105]
  • Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Hira[106] (dalam kisah lain dikatakan Gua Tsur)[107] dari pengejaran penduduk Mekah.
  • Menyembuhkan luka bakar ditubuh anak kecil yang bernama Muhammad bin Hathib dengan ludahnya.[108]
  • Menyembuhkan luka bakar Amar bin Yasir yang telah dibakar oleh orang-orang kafir.[109]
  • Menyembuhkan anak yang bisu sejak lahir, sehingga bisa berbicara.[110][111]
  • Menyembuhkan mata ayah Fudayk yang putih semua dan buta.[112]
  • Air seni Muhammad pernah terminum oleh pembantunya yang bernama Ummu Aiman, sehingga menyembuhkan sakit perut pembantunya.[113]
  • Mengembalikan penglihatan orang yang buta.[114]
  • Menyembuhkan penyakit lumpuh seorang anak.[115]
  • Mengobati penyakit gila seorang anak.[116]
  • Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
  • Menyembuhkan penyakit kusta Sa’id bin Abyadh bin Jamal dibagian wajahnya.[118]
  • Menyambung tangan orang Badui yang putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri sehabis menampar Muhammad.
  • Menyembuhkan putri raja yg cacat tanpa tangan & kaki.
  • Mengusapkan wajah Qatadah bin Milhan yang telah berusia lanjut, sehingga wajahnya tetap terlihat muda dan cerah.[121]
  • Menyembuhkan sakit perut Ubaidah bin Rifa’ah.[122]

Menghidupkan orang mati

  • Menghidupkan anak perempuan yang telah mati lama dikuburannya.[123]

Hal ghaib dan ru'yah

  • Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya.[125]
  • Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi.
  • Sanggup melihat dibalik punggungnya seperti melihat dari depan.[126][127]
  • Sanggup melihat dan mendengar apa yang ada dilangit dan bumi.[128]
  • Sanggup mengetahui isi hati sahabat dan lawannya.
  • Mengetahui yang terjadi di dalam kubur.[129]
  • Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad.[131]
  • Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.[132]
  • Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.[133]
  • Mengetahui nasib cucu-cucunya dikemudian hari, seperti nasib Hasan yang akan bermusuhan dengan Mu'awiyyah bin Abu Sufyan beserta keturunannya. Nasib Husain yang akan dibantai tentara Yazid, anak lelaki Mu'awiyyah disebuah Padang Karbala.[134]
  • Mengetahui akan adanya Piagam Pemboikotan oleh tokoh-tokoh Quraisy.

Mukjizat terbesar

Penjelasan sebagai manusia biasa

Dari kesemua mukjizat yang dimilikinya, ia pernah mengalami ketidaktahuannya tentang beberapa masalah, seperti tidak mengetahui kapan datangnya kiamat,[135][136] kemudian apakah Ibnu Shayyad sesungguhnya Dajal atau bukan,[137] tidak mengetahui ada beberapa sahabatnya dari kalangan Arab Badui dan Madinah yang munafik,[138] tidak mengetahui perkara-perkara gaib yang lainnya,[139] jika Allah tidak memberikan wahyu.[140] Karena pada dasarnya syariat Islam mengajarkan segala sesuatu yang gaib hanya Allah yang Maha Tahu (Al `Aliim).[141][142] Kemudian ia pernah mengalami sakit, terkena sihir dan racun,[143] terluka karena pukulan, sabetan pedang bahkan rasa sakit akibat demam sama seperti apa yang sering dialami oleh fisik manusia biasa. Penjelasan ini bisa didapat pada Surat al-Kahf 18 ayat 110, yang berbunyi:
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu,... (Al-Kahf 18:110)

Terluka pada perang

Dalam sejarah Islam, beberapa kali Muhammad terluka dan mengalami kesakitan akibat peperangan dengan musuhnya, di antaranya ketika terjadinya Perang Uhud, dalam kondisi yang sangat kritis itu, 'Utbah bin Abi Waqqash melempar Muhammad dengan batu sehingga ia terjatuh, mengakibatkan gigi seri bawah kanan terkena dan juga melukai bibir bawahnya.[144]
Kemudian Abdullah bin Syihab Al Zuhry tiba-tiba mendekati Muhammad dan memukul hingga keningnya terluka, tidak hanya itu saja datang pula Abdullah bin Qami'ah seorang penunggang kuda mengayunkan pedang ke bahu Muhammad dengan pukulan yang keras, pukulan pedang itu tidak sampai menembus dan merusak baju besi yang ia kenakan.
Lalu kembali Abdullah bin Syihab Al Zuhry memukul di bagian tulang pipi Muhammad hingga ada dua keping lingkaran rantai topi besi yang terlepas menembus pipi Muhammad dan akibat pukulan pedang itu ia mengalami kesakitan selama sebulan.
Peristiwa lain yang dialami oleh Muhammad, bahwa ia-pun mengalami sakit demam, bahkan menurut hadits dikisahkan demamnya lebih parah, melebihi demam yang dialami dua orang dewasa. Sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud.[145]
Apa yang dialami oleh Muhammad seperti yang dikisahkan di atas, menunjukkan bahwa ia juga mengalami keadaan yang sama seperti manusia pada umumnya, sesuai dengan fitrah sebagai manusia biasa.