Translate

Senin, 15 Juni 2015

Abu Bakr As-Siddiq RA ᴴᴰ





Menyambut Kehadiran Putra ke - 4 (Siddiq Muhammad Ar - Rasyid /born : 11 Juni 2015,24 sya'ban 1436 H in Lembang Kab Bandung Barat. Prov, Jawa Barat)

Minggu, 31 Mei 2015

Selamat Berjuang Bunda

Penyerahan Penghargaan Guru Berprestasi tingkat Kab Sumedang 2015 (1 Mei 2015) oleh wakil Bupati Sumedang (Ai Deti Heryanti, Sebagai Guru Berprestasi tingkat SMP) mewakili SMPN 4 Sumedang,

Sekaligus persiapan lanjutan untuk lomba tingkat Provinsi Jawa Barat di Lembang Tgl 1-4 Juni 2015, selamat berjuang bunda, kami semua senantiasa ada disampingmu, ayah, kakang fatih, Aa Sulthan dan Fathia, semoga dimudahkan dan meraih prestasi yang tinggi, amin

Malam ini, pastinya mempersiapkan diri, semoga bisa istirahat sehingga besok bisa maksimal, ...
ayah malam ini tidak bisa membantu, sbb acara dibandung sampai pagi kelihatannya, selamat bekerja, salam untuk anak2 dirumah semoga mereka semua membantu bundanya, menemani dan menghibur bunda.
Besok Senin Ingsyalloh siap mengantar. 

Rabu, 15 April 2015

GURU BERPRESTASI 
TINGKAT SUMEDANG TAHUN 2015

Tiada kebahagiaan selain sebuah prestasi, apapun itu, untuk anakku sayyids dan fathia saat ini ditulis bundamupun sedang mengandung adik kalian, semoga selalu sehat dan lahir adik yang cerdas, baik sholeh dan sehat, amin.
ditahun ini bundamu menjadi guru berprestasi tingkat Kab Sumedang, dilanjutkan pada bulan Juni 2015 ini tingkat Provinsi jika berhasil tingkat Nasional  antara Agustus dan September bulan berikutnya, semoga dimudahkan dan inti dari itu semua semoga ini menjadi pendorong untuk selalu menjadi yang terbaik bagi kalian semua,menjadi bunda yang dibawah telapaknya terhampar surga bagi kalian semua, jangan membantah dan melebihi suara kalian dari bundamu, taatlah kepada bundamu karena perintah ayah menempel pada bundamu juga,  isilah hidup kalian dengan amal prestasi yang memberikan nilai bobot utama bagi agamamu Islam, menjadi nilai kebahagiaan dan rahmat  bagi lingkungan kalian.

Anakku dizaman yang penuh dengan kompetisi sekarang ini, tentulnya akan kalahlah orang yang tidak pernah keluar dari sifat malas dan mau enaknya saja, pintar saja tidak cukup, tapi butuh kemauan dan kerjakeras, maksimalkan selalu potensi kalian, waktu kalian, umur kalian sekarang, gunakan waktumu se efisien mungkin isi dengan hal hal yang membuat kalian memiliki segalanya, keluarlah dari zona nyaman kalian, hirup dan ambil pengalaman dan tantangan baru jangan menghindar dari masalah, karena sejatinya masalah menghantarkan kalian kepada kemulyaan.sebagaimana Qs 3 : 142  "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad[232] diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar. " artinya rintangan akan selalu menghadang jalan kita, maka yang berjuang dan yang merasakan masalah itulah yang akan berhasil.

kalaulah ayah bunda memberikan masukan, bukan bermaksud menghalangi kalian untuk tidak bisa dan terbelenggu tapi tugas dan  fungsi ayah bunda untuk memberikan kalian arah agar menjadi panduan sehingga tidak salah langkahdan terjadi pelanggaran  syar'iat. 







Selasa, 29 April 2014

2014 umur kalian 3, 7 dan 8




Kakang Fatih 29 Maret /Aa Sulthan 11 April dan Fathia 20 Maret ditahun ini 2014 kalian berumur 8 tahun, 7 tahun dan 3 tahun.
Kakang ditahun ini kamu semakin dewasa, sholatmu semakin terjaga, dan tidak perlu ayah suruh, suatu kebanggaan ayah bunda melihatnya pertahankan dan terus jaga serta maksimalkan ilmu dan wawasan syariat ibadahmu, semoga hidupmu kelak menjadi hamba yang mewarisi bumi ini anankku,  sebagaimana Qs  7:128 dan 21:105 yaitu :
 قال موسى لقومه استعينوا بالله واصبروا إن الأرض لله يورثها من يشاء من عباده والعاقبة للمتقين
Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa".(7:128)

ولقد كتبنا في الزبور من بعد الذكر أن الأرض يرثها عبادي الصالحون
Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lohmahfuz, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shaleh.(21:105)
Aa Sulthan diumurmu yang 7 tahun ini, kamu semakin mandiri, kenapa ayah katakan demikian karena segala sesuatunya, kamu itu tidak mau dibantu oleh ayah bunda, contoh paling jelas saat ini adalah kalau mau makan kamu masak sendiri, mau kue, kamu buat kue sendiri, buat agar /jeli buat agar/jeli sendiri , minuman sendiri, masak telur sendiri dan lain sebagainya dan itu semua kamu lakukan cukup dengan melihat bundamu sekali, semoga kemandiriannmu menjadikan kamu menjadi hamba yang senantiasa menolong dan tidak menjadi beban, menolong apa ? tentunya menolong Alloh dan Rosul-Nya,. pesan ayah mulailah semakin disiplin sholat, kamu harus selalu diingatkan untuk hal itu, ayah yakin kamu dikemudian hari menjadi sebagaimana doa ayah bundamu doa dan harapan ayah ada tersanding dinamamu. pesan ayah coba baca peri kehidupan sahabat mulia Nabiyulloh Muhammad saw dari kaum Anshor (penolong) yaitu Saad bin Mu'ad, bisa kamu baca pada buku "60 kareakteristik sahabat Rosululloh saw" yang buku ini akan ayah wariskan.
Fathia, umurmu baru 3 tahun ditahun ini, kecerdasanmu semakin terlihat, jadilah anak yang sholehah anankku, semoga hidupmu mulia ditengah orang orang mulia, amin
Sumedang,29 April 2014
Ayah bundamu

Senin, 28 April 2014

Fanatisme Madzhab



MADZHAB

Anakku kakang fatih, aa Sulthan dan fathia. Saat ini begitu banyak orang Muslim yang berselisih satu sama lain hanya gara gara beda madzhab, sering diantara mereka berkata “ yang kamu lakukan beda dengan madzhab kami” atau bahkan semakin jauh menyimpang dengan berpendapat imam madzhab adalah imam dalam kontek kepemimpinan /ulil amri mereka,  sehingga semakin runcing perbedaan dan perselisihan itu, dibawah ini ayah jelaskan sedikit tentang apa itu madzhab agar kalian tidak terjebak dengan dengan kesalahkaprahan  golongan golongan para pengikut madzhab :

A.      Arti bahasa
Fiil “dzahaba – jadzahabu – dzahaban – dzuhuban – madzhaban
Yang artinya telah berjalan, ia telah berlalu, ia telah pergi, ia telah mati, umumnya dalam bahasa arab diartikan jalan atau tempat yang dilalui.
Arti lain :
Mazhab = tempat buang air ( dalam basa sunda sering disebut jamban /zhamban)

Arti menurut istilah :
1.       Mengikut sesuatu yang dipercayai
2.     Tempat berjalan yang diikuti/yang dituju, dasar pendirian yang diturut (mis : apabila telah shahih hadis pada sisi kamu, maka kamu katakanlah kepadaku, agar aku dapat menuju mengikut kepadanya)

B.      Adakah madzhab dalam islam
Kalau kita kembali pada qur’an dan sunah tidaklah akan didapati perkataan “ madzhab dengan demikian maka dengan sendirinya kita masing-masing mengerti bahwa dimasa nabi saw,perkataan “madzhab” itu belum/tidak pernah didengar oleh para sahabat nabi, yang selanjutnya sepeninggal nabi (dizaman para sahabat) tidak pernah dikenal mereka, bahwa mereka dalam beragama dengan mengikut madzhab. Janganlah sampai mengikut akan apa yang dikatakan madzhab, sedangkan mengenal saja akan perkataan itu, tidak.

“ sabda nabi saw dikala hayatnya berpesan :

“ikutilah olehmu di masa kemudian aku pada dua orang yaitu Abu Bakar dan Umar”(HR Ahmad   

  dan At Turmudzi).


“hendaklah kamu mengikut dengan sunahku dan sunah Khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk di masa kemudian aku”(HR  Ahmad, abu daud At turmudhi dan ibnu majah)


Dari kedua hadis tersebut saja sudah cukup kalian fahami bahwa sumber rujukan dalam ibadah itu adalah quran dan Sunah rosululloh saw, bukan kepada salah satu madzhab /fanatic madzhab
Kalau kita kembali kepada buku-buku riwayat para imam madzhab terutama yang empat, kita akan tahu bahwa kelahiran dan kewafatan belau-beliau tidak disatu tempat dan tidak bersamaan :
1.       Imam Abu Hanifah (Hanafi) lahir di Kufah tahun 80 dan wafat di Bagdhad tahun 150 H
2.     Imam Malik bin Anas (Maliki) lahir di Madinah tahun 93 dan wafat di Madinah pada tahun 179 H.
3.   Imam Muhammad Bin Idris Asya-Syafi’I (syafi’) lahir di Makkah tahun 150 wafata di Mesir tahun 204 H.
4.       Iman Ahmad Bin Hanbal )lahir di bagdhad tahun  164 wafat di bagdhad tahun 241 H
5.       Imam Al laits bin saad lahir di mesir tahun 94 H wafat 175 H
6.       Imam Abdurahman al auzai lahir syam tahun 88 wafat 157
7.       Imam dawud bin alia dl dahiri kufah 202 wafat 270 H
8.       Imam ibnu Jarir Ath thabari lahir Thabaristan 224 -310 H

Menurut catatan sejarah, imam-imam mutjtahid yang kemudian dari mereka (setelah merekalah) terkenal sebagai Pembina mazhab-mazhab itu.
Tidak dari seorangpun dari mereka (imam mutjahid) yang menyatakan dan memproklamirkan diri bahwa ijtihadnya yang benar, dan tidak pernah ada yang menfatwakan bahwa fahamnya dalam suatu masalah itulah yang harus diturut, ditaqlidi oleh kaum muslimin. Bahkan masing-masing dari mereka dinyatakan dengan tegas dan jujur, bahwa tentang masalah ini bagi pendapat saya begini dan alasannya demikian, maka jika pendapat saya yang begini benar ikutilah dan jika tidak benar tinggalkanlah.
Dalam pada itu mereka saling hormat-menghormati terhadap fahamnya dan buah ijtihad masing-masing, sekalipun diantara mereka saling berjauhan tempatnya dan ada yang terdahulu wafatnya/tidak ketemu.

Maka dari itu timbulnya mazhab-mazhab dimasyarakat, bukanlah keinginan mereka para mujtahid/perintah beliau-beliau yang mulia itu, karena mereka dalam menghukumi sesuatu dengan berijtihad dan istimbath yang berpedoman pada qur’an dan Sunnah rosul. Adapun yang menfatwakan  supaya ummat islam mengikuti mazhab-mazhab itu adalah para ulama pengikut imam-imam mazdhab yang hidup antara IV H, yaitu abad sesudah wafatnya para imam besar tadi.
Demikianlah riwayat –riwayat yang mengadakan atau menimbulkan madzab-madzab dalam masyarakat islam, yang pada hakikatnya mereka fanatic (muta’assahid) kepada madzhab-madhzab itu tidak mengikuti pimpinan imam-imam madzhab mereka sendiri, apalagi mengingat pada akhir jaman ini mereka yang mengaku bermazhab kepada salah seorang imam Mujtahid, tidak lagi pernah membuka dan mempelajari kitab-kitab dari imam-imam itu sendiri.

Pesan ayah untuk bisa memahami para imam besar mutjahid tersebut pelajarilah kitab kitabnya dengan baik, baca pula buka “kembali kepada Quran dan Sunnah” karya ulama besar KH Munawar Kholil